Jumat, 03 Februari 2012

Pikir Dua Kali, Jika Ingin Besarkan Otot Pakai Steroid

img Setiap laki-laki biasanya mengidamkan bentuk badan yang sempurna salah satunya six-pack, tapi sayangnya ada yang memilih jalan pintas menggunakan steroid. Sebaiknya pikir lagi berkali-kali karena bisa menyebabkan masalah serius.

Para ahli menuturkan penggunaan steroid sebaiknya dihindari dan harus sangat hati-hati. Hal ini karena bisa menyebabkan masalah serius seperti berisiko tinggi impotensi, kebotakan dan gangguan jiwa yang mengarah pada bunuh diri.

Bentuk tubuh sempurna yang dicapai oleh banyak orang membutuhkan kerja keras yang disiplin, olahraga yang sistematis dna teratur serta mengatur pola makan. Tapi bagi orang yang tidak sabar, hal ini tentu dianggap sulit sehingga memilih jalan pintas dengan steroid.

"Fakta yang paling penting tentangs steroid adalah mereka seperti narkoba yang banyak disalahgunakan, dan penyalahgunaan ini bisa membahayakan tubuh," ujar Bindu Sthalekar, konsultas dermatologis dan kecantikan, seperti dikutip dari Indiatoday,Sthalekar menjelaskan steroid adalah turunan dari hormon laki-laki terutama testosteron. Penggunaan steroid di kalangan remaja bisa mengakibatkan penyusutan testis, penurunan jumlah sperma yang pada akhirnya menyebabkan ketidaksuburan.

Beberapa obat yang digunakan untuk memompa otot ini kebanyakan dalam bentuk oral atau suntikan (injeksi). Penggunaan obat ini cenderung lebih murah biayanya dibanding operasi, serta mudah didapatkan.

Indu Tolani seorang dokter kulit menuturkan steroid membantu dalam produksi protein dan mencegah flek daro kortisol dalam jaringan otot yang mengakibatkan massa otot meningkat. Secara bertahap otot-otot ini berubah menjadi bisep, trisep dan six-packs, bahkan bisa 3 kali lipat lebih besar dari ukuran aslinya.

"Ada dosis khusus untuk suntikan tertentu karenanya harus hati-hati. Steroid biasanya direkomendasikan dokter untuk menambah nafsu makan dan merangsang massa otot dalam kondisi kronis seperti kanker dan AIDS," ujar Tolani.

Tapi jika digunakan sembarangan secara berlebihan dan jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti peningkatan kadar kolesterol, tekanan drah tinggi, pembesaran jantung, perilaku agresif, jerawat dan depresi. Sedangkan konsumsi oral bisa merusak hati.

Untuk itu penggunaan steroid sebaiknya dihindari, khususnya oleh para remaja karena bisa menghambat pertumbuhan termasuk tulang sedangkan untuk remaja putri bisa mempengaruhi siklus menstruasi.

TANDA-TANDA ORANG SEDANG MABUK NARKOBA

Tes darah atau urine sering dilakukan untuk memastikan seseorang berada di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang lainnya. Namun beberapa gejala umum juga bisa menunjukkan jenis narkoba apa yang sedang digunakan orang tersebut.

Gejala atau tanda-tanda orang sedang menggunakan narkoba sangat bervariasi tergantung jenis narkoba yang digunakan. Pengetahuan tentang gejala-gejala itu penting bagi para orangtua yang mencurigai anaknya mulai coba-coba atau bahkan sudah kecanduan narkoba.

Beberapa gejala yang bisa dikenali dari pemakai narkoba saat berada di bawah pengaruh obat terlarang antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Medicinenet1. Ganja
Selain sering tertawa tanpa sebab yang jelas, gejala lain dari orang yang sedang berada di bawah pengaruh ganja adalah tampak selalu mengunyah sesuatu karena efek lain dari ganja memang bisa memicu rasa lapar. Gejala lain yang bisa diamati dari pemakai ganja adalah mata merah, mengantuk, kurang motivasi dan kadang-kadang halusinasi.

2. Ekstasi
Sebagai perangsang atau stimulansia, ekstasi dan sejenisnya bisa menyebabkan pemakainya mengalami peningkatan tekanan darah serta denyut jantung. Gejala lain yang bisa diamati antara lain mudah tersinggung, euforia atau rasa senang yang berlebihan, lebih percaya diri, rasa malu hilang, berani ambil risiko, menjadi pribadi yang berbeda, tidak bisa tidur dan sering mengulum permen lolipop atau sejenisnya karena tubuhnya butuh lebih banyak gula untuk mengimbangi perilaku yang jadi terlalu bersemangat.

3. Obat penenang
Barbiturat dan benzodiazepine digolongkan sebagai oabt penenang atau depresan dan sebenarnya ditujukan sebagai obat tidur. Gejala pada penyalahgunaan obat ini antara lain denyut nadi melambat, mengantuk, koordinasi gerak tubuh terganggu dan susah mengontrol perilaku.

4. Halusinogen
Obat yang tergolong sebagai halusinogen antara lain Lysergic acid diethylamide (LSD) dan mushroom. Sesuai namanya, gejala paling umum dari penyalahgunaan halusinogen adalah halusinasi dan biasanya disertai pandangan kabur, gangguan tidur dan paranoid atau rasa takut yang berlebihan.

5. Narkotika
Beberapa contoh narkotika adalah opium, morfin, heroin dan sabu-sabu. Beberapa jenis narkotika juga ditemukan dalam obat batuk, misalnya codein. Gejala yang muncul pada penyalahgunaan narkotika antara lain mengantuk, rasa senang yang berlebihan dan juga lebih toleran terhadap rasa sakit karena salah satu efek narkotika adalah pereda nyeri.

6. Lem
Penyalahgunaan bahan berbahaya tidak hanya ditemukan di kalangan orang berduit, beberapa anak jalanan juga sering melakukannya dengan menghisap lem. Tanda-tanda orang menyalahgunakan lem bisa dikenali dari napas yang bau bensin, tampak linglung atau bingung dan mudah tersinggung.

7. Obat batuk
Beberapa jenis obat batuk seperti difenhidramine, dextrometorphane, chlorampheniramin dan pseudoefedrine juga sering disalahgunakan. Gejalanya antara lain bicara tidak jelas, denyut jantung melambat serta gejala umum yang merupakan efek samping obat batuk yakni rasa kantuk yang tidak tertahankan.

Selasa, 31 Januari 2012

Target MDG's Turunkan Kasus HIV-AIDS Paling Sulit Dicapai

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Dari 8 target Millenium Developmentt Goals (MDG's) yang harus dicapai Indonesia tahun 2015, HIV-AIDS menjadi poin yang paling sulit dicapai. Para juri Indonesian MDG's Award menilai, poin ini kurang tergarap dengan optimal karena memang sulit dirunut hulu permasalahannya.

Setidaknya, demikianlah kesan yang ditangkap oleh para juri selama proses penilaian Indonesian MDG's Award yang berlangsung antara Desember 2011 hingga Januari 2012. dewan juri dalam acara tersebut diketuai oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG's, Prod Dr dr Nila Djoewita Moeloek, SpM(K).

"HIV-AIDS paling sulit saya kira, karena hulunya memang tidak jelas. Kalau kesehatan ibu dan anak, kita tahu hulunya apa sehingga penanganannya juga lebih mudah," kata Prof Nila saat ditemui di acara puncak Indonesia MDG's Award di Balai Kartini, Selasa (31/1/2012).

Dikatakan sulit menurut Dr Nila, sebab masalah HIV-AIDS tidak hanya berhubungan dengan kesehatan tetapi mau tidak mau pasti dikaitkan dengan moral. Setuju atau tidak, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa HIV-AIDS merupakan dampak dari penyakit moral karena banyak ditularkan melalui perilaku amoral seperti memakain narkoba suntik dan seks bebas.

Oleh karenanya, Dr Nila selalu menekankan bahwa upaya penanggulangan HIV-AIDS juga harus dilakukan dengan meningkatkan mutu dan ketahanan keluarga. Menurutnya, salah satu solusi atau upaya dalam penanggulangan HIV-AIDS bisa dimulai dari keluarga yang sehat dan terencana.

"Kalau keluarganya sehat, direncanakan dengan baik, siapa sih yang berharap anaknya pakai narkoba?" tambah Dr Nila.

Sebutan sebagai penyakit moral untuk HIV-AIDS selalu menjadi kontroversi, sebab dalam kenyataannya infeksi ini tidak selalu diderita oleh orang-orang berperilaku amoral. Belakangan, infeksi ini juga mulai banyak menjangkiti ibu rumah tangga dan bahkan bayi-bayi yang tidak berdosa yang tertular dari ayah atau suaminya.

Edukasi dan sosialisasi tentang HIV-AIDS dinilai lebih memberikan solusi efektif, sebab upaya pencegahan akan sulit dilakukan jika tidak tahu apa sebetulnya HIV-AIDS dan bagaimana cara penularannya. Salah satu nominator Indonesian MDG's Award juga menerapkan edukasi HIV-AIDS dalam program Masa Orientasi Sekolah (MOS) di SMP dan SMA.

Selengkapnya, berikut ini nominator MDG's Award Kategori HIV-AIDS dan Penyakit Menular Lainnya, yang pemenangnya baru akan diumumkan besok malam:

1. Dinkes Kota Pekalongan
Program: Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Pekalongan

2. Dinkes Kabupaten Kendal
Program: Penanggulangan HIV-AIDS

3. Pemkot Salatiga
Program: Sosialisasi HIV-AIDS pada Event Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Kalangan Pelajar SMP dan SMU

4. Bappeda Kota Sabang
Program: Eliminasi Malaria

Selasa, 31/01/2012 12:07 WIB
(up/ir)

Razia Kos-kosan Harian, Petugas Temukan WNA Malaysia



Surabaya - Demi menekan angka kriminalitas khususnya tindak asusila dan peredaran narkoba, puluhan petugas gabungan merazia kos-kosan harian atau home stay di wilayah Gubeng.

Meski menemukan pasangan yang belum nikah, petugas tidak mengamankannya. Operasi yang dilakukan Polsek Gubeng, Satpol PP Kecamatan Gubeng dan Koramil ini hanya mendata dan memberikan hukuman administratif.

Seperti yang terlihat di Graha Citra Home Stay di kawasan Barata Jaya. Petugas menemukan sepasang pemuda.

"Saya sudah lulus pak dan ini pacar, calon suami saya yang baru datang semalam dan tidur sini. Saya baru sebulan kos di sini," kata penghuni kamar D di lantai 2 sambil terus menghindari sorotan kamera para wartawan, Selasa (31/1/2012).

Di tempat yang mempunyai 18 kamar, petugas gabungan juga menemukan seorang warga negara Malaysia. Dengan penemuan WNA ini membuat Kapolsek Gubeng, Kompol Ardian Nurrizal marah. Sebab pihaknya tidak dilapori pemilik kos jika ada WNA menginap.

"Kalau ada apa-apa terhadap mereka (WNA) siapa yang bertanggung jawab. Kita pasti yang kena," kata Kompol Ardian kepada pegawai kos-kosan harian.

Meski begitu, petugas hanya memberikan surat pemanggilan terhadap pemilik agar ke polsek untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah kita periksa datanya, ternyata dia pernah kuliah kedokteran di Unair dan sekarang dia di sini sesuai visa-nya untuk berwisata. Dia sudah sebulan di sini," imbuhnya.

Setelah itu razia dilanjutkan ke Jalan Jawa, tepatnya di Borobudur Home Stay. Petugas kembali menemukan satu pasangan yang belum sah menikah tapi menyewa satu kamar. Namun lagi-lagi, petugas hanya memberikan surat pemanggilan kepada kedua muda-mudi untuk melapor ke polsek.
Zainal Effendi - detikSurabaya
Selasa, 31/01/2012 15:03 WIB
(fat/fat)

Senin, 12 Desember 2011

Waspada! Narkoba Bentuk Permen Masuk ke Sekolah

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kian hari para pengedar narkoba memiliki banyak cara untuk mengedarkan barang-barang terlarang itu. Salah satunya yang kini mulai ramai dibicarakan adalah narkoba yang dikemas dalam bentuk permen.

Narkoba itu bahkan ditengarai sudah mulai beredar di sekolah wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Informasi ini didapat dari Broadcast Message yang beredar di kalangan pengguna Blackberry pada Selasa (6/12/2011).

Informasi itu menyebutkan, "Ini Info dr ortu Murid Sklh Internasional Tunas Muda Kebon Jeruk. Ada NARKOBA jenis baru dg nama STRAWBERRY QUICK & STRAWBERRY METH Waspada! sdh beredar di lngkngn sklh, NARKOBA CRYSTAL bntk bulat, mrip dg prmen POP ROCK rasa & aroma Strwbrry, klo dihisap brdesis dlm mulut".

Terkait dengan informasi itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, mengatakan pihaknya hingga kini belum pernah melihat narkoba jenis seperti itu.

"Kami belum pernah lihat permen yang katanya mengandung narkoba. Jadi kami harus lihat dulu permennya seperti apa," ungkap Nugroho, Selasa (6/12/2011), saat dihubungi wartawan. Oleh karena itu, Nugroho meminta orangtua murid yang mengetahui informasi itu untuk melaporkannya ke aparat kepolisian.

"Lebih baik kalau ada contohnya, tentunya permen itu akan kami periksa di laboratorium, sehingga bisa diketahui dengan pasti apakah mengandung narkoba atau tidak. Kalau iya, bisa ditentukan narkoba golongan apa," papar Nugroho.

Editor : suhendri
Sumber : Kompas.com

Senin, 05 Desember 2011

Hari Aids Sedunia






Dalam memperingati Hari AIDS sedunia tanggal 1 Desember 2011, UKM GERMAN Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan Talk show dengan judul "KEEP LOVE ODHA and SAVE OUR SOUL". Kegiatan talk show yang diadakan di gedung sasana budaya UM ini dihadiri banyak peserta yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas dan berbagai fakultas. Acara ini juga menampilkan hiburan berupa live music dan standing comedy. Acara yang diisi pemateri langsung dari penderita aids dan dari pakar kesehatan ini mendapat apresiasi dari peserta. Peserta begitu aktif dalam sesi tanya jawab. Mereka begitu antusias dalam mendengarkan materi yang disajikan dan menjawab pertanyaan dari peserta.

Senin, 28 November 2011

SELAMATKAN HIDUPMU, KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA