Minggu, 07 Agustus 2011


Selalu gagal untuk menghentikan kebiasaan merokok Anda? Mungkin ada beberapa langkah yang salah. Seperti yang dikutip dari webmd, berikut 11 cara menghentikan kebiasaan merokok.


1. Tahu alasan berhenti merokok
Jika Anda ingin berhenti dari kebiasaan merokok, Anda harus tahu alasannya. Apakah itu karena dampak buruk yang dibawa oleh rokok, ingin terlihat lebih muda atau karena ingin melindungi keluarga dari asap rokok. Pilih alasan yang sangat kuat untuk bisa mengalahkan godaan merokok.

2. Jangan anggap remeh
Mungkin berhenti merokok terdengar mudah. Anda hanya perlu membuag semua rokok yang telah dibeli dan menahan diri untuk tak membelinya kembali. Sayangnya menghentikan kebiasaan ini tak semudah yang dikira. Sebanyak 95 persen orang yang mencoba untuk berhenti tanpa terapi atau pengobatan, akhirnya malah kembali merokok. Alasannya adalah ketergantungan yang ditimbulkan oleh nikotin. Otak menjadi terbiasa dengan nikotin dan membutuhkannya tiap saat.

3. Lakukan terapi nikotin
Ketika Anda berhenti merokok, nikotin bisa membuat Anda merasa frustrasi, depresi, gelisah atau marah. Terapi pengganti nikotin bisa bantu atasi masalah ini. Studi menunjukkan permen karet nikotin dan lozenges bisa bantu melipatgandakan peluang Anda untuk berhenti dari rokok, bila dilakukan secara intensif. Namun hati-hati, penggunaan produk seperti ini sambil merokok tidak dianjurkan.

4. Tanya obat resep
Untuk mempermudah mengatasi kecanduan nikotin tanpa menggunakan produk yang mengandung nikotin, tanyakan pada dokter apakah ada pil yang boleh Anda konsumsi. Ada beberapa obat yang bantu mengurangi rasa lapar dengan memengaruhi zat kimia dalam otak. Obat itu juga akan membuat Anda terpuaskan walau hanya menghisap sedikit rokok saja. Ada juga beberapa obat lainnya yang mengurangi gejala nikotin seperti depresi dan ketidakmampuan berkonsentrasi.

5. Minta bantuan orang terdekat
Beritahu keluarga, teman dan rekan kerja bahwa Anda sedang berusaha untuk berhenti merokok. Bergabung dengan kelompok anti rokok atau berbicara dengan konselor juga bisa dijadikan salah satu alternatif. Dorongan mereka tentu memberikan peluang besar bagi Anda untuk segera menghentikan kebiasaan buruk ini.

6. Kontrol stres dengan benar
Salah satu alasan orang merokok adalah, nikotin bisa membantu seseorang untuk lebih rileks. Setelah berhenti merokok, Anda harus menemukan cara lain untuk mengatasi stres, misalnya dengan dipijat, mendengarkan musik santai, atau mengikuti kelas yoga. Jika mungkin, sebaiknya hindari situasi stres pada minggu pertama ketika Anda mulai berhenti merokok.

7. Hindari alkohol dan pemicu merokok lainnya
Kegiatan tertentu dapat meningkatkan keinginan Anda untuk merokok. Alkohol merupakan salah satu pemicu paling umum, jadi cobalah untuk menguranginya. Jika kopi membuat Anda ingin merokok, beralihlah pada teh selama beberapa minggu. Dan jika Anda terbiasa merokok setelah makan, temukan cara lain untuk menghindarinya misalnya seperti mengunyah permen karet atau menyikat gigi.

8. Bersihkan rumah
Setelah Anda mengisap batang rokok terakhir, buang bungkus rokok, korek api serta asbak. Cuci pakaian, bersihkan karpet, gorden, atau apapun yang terkena bau asap rokok. Gunakan penyegar udara untuk menyingkirkan aroma rokok. Anda tentu tak ingin melihat atau menyium bau yang mengingatkan Anda tentang rokok, bukan?

9. Bergerak
Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi kecanduan nikotin dan meringankan beberapa gejalanya. Bila keinginan merokok muncul, pakai sepatu olahraga Anda, dan lakukan jogging. Bahkah olahraga ringan seperti berjalan kaki ditemani hewan peliharaan, bersepeda atau berkebun juga memberikan manfaat yang berarti. Olahraga juga bisa bantu Anda menghindari kelebihan berat badan saat berhenti merokok.

10. Makan buah dan sayuran
Sebaiknya jangan lakukan diet saat Anda berusaha untuk berhenti merokok. Fokuslah untuk memakan lebih banyak buah, sayuran dan makanan rendah lemak. Menurut studi di Duke University, makanan-makanan ini membuat rokok terasa mengerikan.

11. Coba dan coba lagi
Gagal berhenti merupakan hal yang biasa. Banyak perokok yang harus mencoba beberapa kali sebelum akhirnya berhasil lepas dari kebiasaan buruk ini. Periksa keadaan emosi serta fisik yang membuat Anda menyerah. Gunakan sebagai kesempatan untuk kembali menegaskan komitmen untuk berhenti merokok. Setelah Anda membuat keputusan kembali, tetapkan 'tanggal dimulainya berhenti merokok' di bulan depan

Selasa, 05 Juli 2011

Angin segar Nich Buat Pecandu Rokok Yang Pengen Memulai Hidup Baru Tanpa Rokok

Menghentikan candu rokok bukan hal mudah. Tingkat kesuksesan dipengaruhi seberapa besar ketergantungannya pada nikotin. Semakin tinggi tingkat candunya, semakin membutuhkan perjuangan ekstra.

Nikotin merupakan zat adiktif yang menimbulkan candu 5-10 kali lebih kuat dibandingkan morfin dan kokain. Nikotin dapat menimbulkan efek psikoaktif yang mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku.


Perokok dengan tingkat kecanduan sedang dan tinggi membutuhkan terapi khusus oleh dokter. Meski demikian, ada sebagian orang yang bisa berhenti merokok tanpa bantuan dokter.

Terapinya cukup beragam. Yang pasti, para perokok ditanamkan motivasi dan persepsi. “Motivasi diberikan bukan dengan cara memaksa, dan persepsi pasien diperbarui sehingga memiliki cara pandang yang baru tentang rokok,” kata dr Tribowo T Ginting SpKJ, dari klinik berhenti merokok, Rumah Sakit Persahabatan Jakarta.

Dokter juga akan memberikan obat Verenicline Tartrate untuk mengatasi ketagihan nikotin. Obat yang disebut nicotic acetylcholine itu merupakan obat non-nikotin pertama yang secara khusus diciptakan bagi mereka yang ingin lepas dari candu rokok.

Obat tersebut secara spesifik bekerja pada reseptor nikotin yang terdapat di otak dengan menurunkan gejala ketagihan (craving) dan putus zat (withdrawal), serta mengurangi rasa nikmat yang ditimbulkan rokok.

“Verenicline Tartrate diberikan disertai dengan terapi oleh dokter. Cocok untuk perokok yang kadar ketagihan nikotinnya sangat tinggi. Penelitian di warga Asia, tepatnya di Korea dan Taiwan menunjukkan kalau obat ini sangat efektif,” kata dr Aulia Sani SpJP(K), saat ditemui di acara peluncuran kampaye berhenti merokok oleh Pfizer, di Jakarta, 26 Mei 2010.

Obat berbentuk tablet ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Obat ini tergolong obat yang harus diresepkan oleh dokter. Jadi, tidak bisa didapatkan secara bebas karena harus disertai terapi oleh dokter. (pet)

Senin, 13 Juni 2011

Sudah begitu parahkah HIV di Bumi Papua??

Dinkes Kota Wacanakan Perda Penanggulangan HIV-AIDS

JAYAPURA-Sebagai bentuk keprihatinannnya terhadap meningkatnya kasus HIV-AIDS, Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota mewacanakan perlunya Kota Jayapura memiliki Perda tentang upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Jayapura, Hermanus Arwam, SKM. M.Kes mengungkapkan, kasus HIV-AIDS di Kota jayapura perlu mendapat mendapatkan perhatian seluruh stakholder di Kota Jayapura. "Kami dari Dinkes terus berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS untuk mengupayakan agar kasus ini bisa tercapai zero prevelansi, termasuk kasus TBC," ungkapnya kepada Cenderawasih Pos usai menghadiri seminar PKL Mahasiswi program khusus D3 Kebidanan Port Numbay di Aula Dinas Perkebunan Provinsi di Kotaraja, baru-baru ini.
Dikatakan, persoalan HIV-AIDS ini merupakan persoalan yang kompleks sehingga penanggannya harus dilakukan secara integral dan terpadu yang melibatkan semua stakholder.
Selain itu juga, menjamurnya tempat-tempat hiburan seperti bar dan panti pijat serta kegiatan prostitusi terselubung diakuinya ikut berkontribusi terhadap penyebaran HIV-AIDS. Namun di sisi lain juga, tempat tersebut ikut memberikan kontribusi terhadap PAD.
"Saya mengusulkan kedepan Kota Jayapura harus memiliki Perda penanggulangan HIV-AIDS serta perlunya pembatasan izin usaha tempat-tempat hiburan. Sedangkan tempat-tempat hiburan yang sudah ada ini perlu dilakukan pengawasan secara melekat oleh instansi-instansi terkait supaya tempat tersebut tidak disalahfungsikan," harapnya.
Sementara itu, Direktur Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YPKM) Papua., Drs. T.G. Butar-Butar, M.Kes, mengatakan bahwa ditemukannya kembali kasus HIV menandakan pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi sampai Pemerintah Kota Jayapura tidak jelas dalam kebijakan penanganan virus itu. "Seharusnya setiap bulan tidak ditemukan kasus HIV, tapi justru setiap bulan ada kasus HIV dan ini berbahaya sekali. Sejauh ini, pemerintah hanya mengejar jumlah kasus HIV-AIDS saja dan bagaimana pengobatan terhadap mereka yang terinfeksi virus itu, sedangkan persoalan perawatan dan pendampingannya tidak dilakukan," terangnya.
Anehnya menurut Butar-Butar tanggungjawab perawatan dan pendampingan itu diberikan kepada LSM dan pemerintah kurang bahkan tidak memberikan dukungan dana kepada LSM-LSM peduli HIV-AIDS. Hal lain yang menurutnya prihatin yaitu Perda Kota Jayapura No 7 Tahun 2006 tentang penanganan HIV-AIDS, tidak tegas didalam pelaksanaannya khususnya dalam penegakan penertiban tempat hiburan malam, dan restoran, termasuk promosi kondom dan upaya lainnya. (mud/nls/nat)

Sabtu, 11 Juni 2011

Media online Filipina, Asia News Network (ANN), melansir laporan dua wisatawan asal Fhilipina diperlakukan dengan tak senonoh di Bandara Ngurah Rai, Bali. Berita tersebut ditulis oleh Philip C. Tubeza tanggal 6 Juni 2011.

Tubeza mengawali kalimat dalam pemberitaan tersebut dengan mengimbau. “Jika Anda seorang wanita Filipina mengharapkan untuk berlibur ke Bali secara menyenangkan, maka berhati-hatilah."

Selanjutnya, Tubeza menjelaskan bahwa peristiwa tak manusiawi menimpa dua wanita asal Filipina. Petugas Imigrasi Ngurah Rai memeriksa keduanya dengan cara diminta telanjang. Bukan hanya itu, para petugas tersebut menyentuh bagian terlarang dua wanita Filipina tersebut.

Menariknya, sekalipun dalam pemeriksaan awal melalui mesin pemindai tubuh tidak ada tanda-tanda yang mencurigai jika keduanya membawa narkoba, petugas tetap menggiring mereka ke ruang khusus pemeriksaan. Setelah hasilnya nihil, kedua wanita tersebut protes. Namun oleh petugas dinyatakan jika hal itu sudah sesuai prosedur, sembari menyebutkan jika keduanya adalah wanita cantik.

ANN juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan pertama yang menimpa turis perempuan dari Filipina. Sebelumnya, seorang wanita Filipina juga mengalami nasib yang sama yakni sekitar April 2011. Modusnya sama, disuruh telanjang di ruang gelap.

Serentetan kejadian ini telah menimbulkan trauma mendalam bagi wisatawan Filipina yang hendak datang ke Bali. Para korban mengadukan hal tersebut ke Deplu Filipina. Kejadian ini sedang ditangani oleh Departemen Luar Negeri Filipina.

"Filipina dan Indonesia bersahabat secara mendalam dan hangat. Perilaku tidak profesional dan tidak etis dari beberapa agen imigrasi di Bali terhadap wisatawan Filipina harus segera diperbaiki karena berbau profil ras atau etnis, sesuatu yang tak terduga dari seorang sahabat sejati seperti Indonesia," kata ANN mengutip pernyataan seorang pejabat Deplu Fhilipina, setelah menerima pengaduan tersebut.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Ngurah Rai, Felix, saat dikonfirmasi soal ini membenarkan bahwa ada turis Filipina yang ditelanjangi. Namun ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut sudah sesuai standar. “Hasil pemeriksaan melalui alat, petugas mencurigai ada benda asing. Makanya kami bawa ke ruangan tertutup. Dijamin tidak ada kamera, dan yang menggeledah itu petugas wanita,” ujarnya, Kamis 9 Juni 2011.

Saat ditanya keluhan ditelanjangi, Felix menegaskan bahwa cara itu sesuai dengan prosedur. Imigrasi Ngurah Rai tidak mau kecolongan untuk yang kesekian kalinya. Banyak pengedar narkoba yang masuk ke Bali dengan cara menelan, menyimpannya dalam kemaluan dan modus lainnya.

Saat itu petugas juga sudah menjelaskan prosedur tersebut dan yang bersangkutan tidak keberatan. Terkait dengan tidak ditemukan barang bukti dalam tubuh wisatawan asal Fhilipina tersebut, Felix mengaku ini sudah konsekuensi pemeriksaan.

Pengalaman sebelumnya membuktikan banyak sekali wanita asal Fhilipina yang memasok narkoba ke Bali dengan modus yang sama. Apalagi, sebelum ke Bali, penumpang yang bersangkutan transit di Thailand. "Ini akan menimbulkan kecurigaan yang besar," kata Felix.

Kamis, 26 Mei 2011

INILAH.COM, San Fransisco – Dokter mengatakan, pria 45 tahun di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS. Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya. Seperti apa?

Timothy Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada 1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil ‘menghapus’ virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut kondisi ini ‘penyembuhan fungsional’.

Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.

“Saya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu,” papar pria yang dijuluki ‘Pasien Berlin’ itu.

Peneliti AIDS Dr Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF) mengatakan, kasus Brown membuka pintu ‘riset penyembuhan’.

Namun, dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan penderita HIV lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor yang sesuai.

“Tentunya Anda tak mau melakukan cangkok ini karena risiko kematiannya,” ungkap Paul Volberding dari UCSF.

Banyak pertanyaan mengenai pengobatan Brown tak terjawab, lanjutnya. “Satu elemen pengobatannya nampaknya memungkinkan virus keluar dari tubuhnya,” lanjutnya lagi.

Hal ini akan menjadi studi yang menarik, tutupnya.

Kamis, 12 Mei 2011

Legalisasi Ganja,,,T.T

Sepintas denger legalisasi ganja tuh pastinya kita sebagai mahasiswa gerakan anti napza (GERMAN) bakal miris dengernya....T.T

Jakarta – Lingkar Ganja Nusantara, sebuah organisasi yang didirikan untuk memberikan pendidikan tentang manfaat tanaman ganja, berencana menggelar aksi pada Sabtu (7/5) pagi, pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Aksi bertajuk Global Marijuana March 2011 ini akan dipusatkan di Patung Kuda Arjuna Silang Barat Daya, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Lingkar Ganja Nusantara (LGN) berawal dari sebuah grup Dukung Legalisasi Ganja (DLG) di jejaring sosial Facebook yang dirilis pada 2008. Pada 2011, ketika anggota grup mencapai 42.000 orang, grup ini ditutup oleh administrator Facebook.


Selasa, 26 April 2011



Champeone....Champeone....!!!
Meski gak jadi juara pertama, tapi menjadi juara ketiga turnamen futsal antar ormawa merupakan sebuah prestasi buat UKM GERMAN yang notabene UKM yang bergerak di bidang sosial. Kemenangan yang diraih dalam perebutan terbaik ketiga begitu dirasakan oleh para pemain, official, dan para suporter yang tak henti-hentinya memberikan dukungan, semangat, dan do'a dari luar lapangan. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama, kemenangan GERMANISTY...
SELAMATKAN HIDUPMU, KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA